MONGGO... SUGENG RAWUH...MENERIMA PESANAN BERBAGAI ALAT MUSIK ISLAMI DAN MODERN: REBANA HADROH/ HABSY/ SIMTHU DUROR, REBANA DIBA/ TERBANG, GENDANG REBANA QASIDAH LASQI/ NASYID PERKUSI,HAJIR MARAWIS, ANEKA BASS, BEDUG MASJID, DRUM BAND/ MARCHING BAND, DLL.. PRODUK ASLI CUMA ADA DI SINI..!!!

Tinggalkan Like di sini

1 TENTANG KAMI


 JAWAHIR TOIP Sentra Rebana & Percussion Performance, Original and Quality
Merupakan Home industry sentra rebana ternama dan pengrajin yang bergerak di bidang pembuatan alat musik Tradisional islami dan Modern. Berdiri sejak tahun 1954-an turun temurun dalam keluarga yang di kerjakan oleh tenaga ahli, terampil dan profesional.
Berpengalaman selama puluhan tahun dan telah terbukti di percaya oleh segala lapisan masyarakat akan qualitas, mutu, kehalusan, keawetan serta kepuasan konsumen dengan nilai produk ekspor mancanegara.
Rebana kaliwadas, Rebana Bumiayu, Rebana Brebes, Rebana Indonesia
Merupakan produk-produk unggulan kami yang sudah tersebar di kawasan Indonesia dan luar negeri.
ingat kualitas....!! jangan asal beli... bedakan untuk keaslian dan mutu produknya dengan kami.
Di halaman ini kami tampilkan sedikit contoh-contoh foto asli produk kami yang telah di pasarkan ke konsumen di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.



Produk kami sudah tersebar ke:

Kota Bandung, Cibiru Bandung , Sumedang Bandung, Batu Jajar Bandung, ciamis, Cianjur, Jampang Kulon Sukabumi, Cirebon (Jawa Barat)
Brebes, Tegal, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Banyumas,Wonosobo, Semua Area Jawa Tengah, Surakarta (Jawa Tengah)
Lhoukseumawe (NAD Aceh)
Muara Enim, Palembang (sumatera selatan)
 Rantau Prapat Lab. Batu, Oku Selatan, Asahan, Deli Serdang, Padang Hilir Tebing Tinggi, Tapanuli Tengah, Oku Timur, Padang Lawa (sumatera utara)
Lampung
Cilegon, Banjarsari lebak, Rangkas Bitung Lebak (Banten)
Situbondo, Lamongan, Kediri, Malang (Jawa Timur)
Jetis, Demangan (Yogyakarta)
      Depok, Menteng Dalam, Tebet, Pesanggrahan, Pegangsaan Kemayoran (Jakarta)
Area Bekasi
Gianyar, Denpasar (Bali)
Sampit, Kota Waringin Barat (Kalimantan Tengah)
Sungai Kunjang samarinda, Samarinda Ulu, Nunukan, Kutai (Kalimantan Timur)
Banjarmasin, Ketapang, Pontianak (Kalimantan Barat), Balikpapan (Kalimantan)
Makassar Pare (Sulawesi Selatan), Wakatobi (Sulawesi Tenggara)
Lombok (Nusa Tenggara Barat NTB)
Tanjung Pinang (Kepulauan Riau)
Indra Giri Hilir, Pekanbaru (Riau) Batam
Gimhae –si Gyeongnam (South Korea)
Malaysia
By: Akhmad Jawahir Toip

Jl. Jend. soedirman Km.3 (komplek SPBU Kaliwadas) 
Bumiayu Brebes Jawa Tengah 52273
Indonesia
Hp: 081327345027 - 087737444484

KAMI HANYA MEMPRODUKSI/ MENERIMA PESANAN/ BARANG
BERKUALITAS

0 REBANA/ GENDANG, DRUM BAND MURAHAN


REBANA MURAHAN, DRUM BAND MURAHAN, ALAT MUSIK MURAHAN
Kami akan kupas tuntas tentang gendang rebana murahan, hadroh murahan, drumband murahan dan alat musik lainnya yang murahan dan perbedaannya dengan mahal sedikit asal bagus.
Murahan di sini bukan berarti barang murah, beda looh dengan murahan.. yaitu barang yang di buat asal jadi, asal laku dan asal ke jual.. tanpa memperdulikan mutu qualitas, penampilan, keawetan dan lainnya.. intinya laku ke jual gitu..
Lebih baik beli yang Mahal sedikit tapi bagus, qualitas terjamin dan awet juga bergaransi. Yang murahan mana ada yang bergaransi… kalaupun ada mungkin perbandingan 1/100.
Kalau membeli Barang murahan biasa di pakai/ di mainkan tidak akan awet, Cuma berumur 3 bulanan, paling lama-lamanya 1 tahun sudah rusak dan tidak terpakai, kami mendapatkan keluh kesah tersebut dari pelanggan/ konsumen langsung yang pernah membeli alat musik murahan, dan kini beralih membeli barang yang bagus. Harga tidak masalah asal qualitas terjaga dan bisa berumur 3-4 tahun.
Di kampung Kaliwadas Bumiayu banyak terdapat pengrajin rebana dan Drum Band perbandingannnya 5 pengrajin mengutamakan qualitas, diantara ratusan pengrajin yang Cuma asal  jadi/ laku ke jual dan murahan.  Hati-hati jangan salah pilih, dari pada kecewa nantinya.
Hati-hati juga Banyak pengrajin rebana/ gendang murahan dan drum band murahan tapi di jual dengan harga yang sanagat tinggi. Hati-hati salah memilih dan membeli nanti kecewa dan rugi.

Bagaimana membedakan antara barang murahan dan mahal sedikit asal bagus:

CIRI-CIRI ALAT HADROH/ GENDANG MURAHAN:
  • Kulit apkir/ kulit kambing muda, cirri-cirinya tipis seperti kertas, gampang pecah/ sobek, kalau di pakai tidak akan awet. Dan tidak bersih.
  • Kluwung/body rebana masih basah tapi langsung di buat rebana, kalu ini terjadi tunggu saja 1-2 bulan pasti cat yang melapisi kayu akan terkelupas, bintik-bintik bulat kecil-kecil,dan jamuran. Hal itu juga sangat berpengaruh terhadap kulit, kulit akan lembab, cepat kendor/ sember, dan merusak kulit.
  • Coba cek di tempat body kayunya yang ada lobangnya, biasa di tempati kricikan untuk hadroh, untuk gendang nasyid/ lasqi biasa buat pegangan jari-jari tangan, yaitu tidak rata, tidak halus, asal bolong dan untuk yang ada kricikannya suara kricikan keluarnya tidak maksimal, untuk gendang lasqi/ nasyid menggangu pegangan jari-jari tangan,
  • Cat nya tidak bagus, tidak rata, tidak halus, gampang tergores, dempul masih banyak kelihatan, dan tidak mengkilap
  • Ujung body dan kulit tidak rata, bergelombang, itu di karenakan cepatnya proses pembuatan hingga mengabaikan hal-hal yang sediktit tapi berakibat mempengaruhi suara, suara tidak maksimal, tidak bullet, tidak nyaring dan asal berbunyi.
  • Tanpa merk pengrajin dan polos
  • Tentunya masih banyak lainnya cirri-ciri alat hadroh dan gendang rebana qasidah lasqi yang murahan. Demikian semoga bermanf
CIRI-CIRI DRUM BAND MURAHAN
  • Body Cuma 1-2 lapis, tidak rata mudah reyot/ bergelombang tidak tentu
  • Pemasanagan baut asal
  • Mika/ head lokal asal jadi
  • Cat tidak halus/ tidak rata
  • Setelan suara tidak sesuai asal bunyi
  • Umur keawetan sekitar 3 bulan-1 tahun
Tentunya masih banyak lainnya ciri-ciri alat hadroh dan gendang rebana qasidah lasqi yang murahan dan drum band murahan,
Demikian semoga bermanfaat

0 CARA PERAWATAN REBANA & MARAWIS (bag II)



SOLUSI PERAWATAN REBANA, MARAWIS AGAR KEKENCANGAN SLALU TERPELIHARA (bag II)
Apakah kita pernah terpikirkan kalau menempatkan alat-alat musik sembarangan atau asal taruh ..??
Semua hal yang dilakukan sepele tanpa sadar menimbulkan kerusakan suara pada kulit rebana atau marawis.
Banyak orang berpikir dan mungkin sudah menjadi peribahasa sebelum menggunakan / memakai alat musik biasanya rebana-rebana tersebut di jemur dulu di sinar matahari biar kencang katanya.

Jawab:
  1. SALAH ...!! dalam jangka panjang atau pendek hal itu akan membuat suara tidak stabil. Ya pada saat itu suara memang jadi kencang, selanjutnya kalau tidak sedang di pakai suara menjadi lebih cepat kendor / rusak
  2. Rebana yang di jemur bukannya merusak kulit makin kendor, tapi juga membuat cat body jadi pecah-pecah dan kusam.
  3. Bukan hanya cat body jadi rusak tapi juga bahan kayu yang mugkin tadinya mulus jadi retak-retak dan body bias juga jadi melengkung / gelombang.
  4. Sayang saja hal itu dilakukan, bukan rebana / marawis masih bisa di servis / revarasi 2-3 kali ..??
  5. Untuk itu rawat rebana anda dengan baik dan benar
 PENYIMPANAN REBANA YANG BAIK DAN BENAR
  1. Simpanlah di tempat yang kering, tidak terkena sinar matahari langsung, tidak lembab dan di tumpuk dengan kulit menghadap ke atas
  2. Jika ada tas masukkan alat-alat rebana dengan bertumpuk, rebana bawah kulit menghadap ke atas dan yang atas menghadap ke bawah (untuk tas isi 2)
  3. Jauhkan dari api dan benda-benda tajam
  4. Untuk gendang rebana qasidah lasqi/ nasyid, biasanya nada suara berurutan dengan nada suara do mi sol, karena sering dpakai atau sebab lainnya apabila suara sudah tidak stabil/ berubah. Di tengah-tengah kulit dalamnya ada karet ban yang di temple/ merekat. Di situ Anda bisa merubah-rubah suaranya. Semakin besar karet ban nya maka suara semakin rendah/ besar/ ngebass, semakin kecil karet bannya maka suara semakin tinggi.
·         karet ban adalah dari ban dalam motor atau mobil bekas, usahan karet ban agak tebal, ketebalan sekitar 3-4 mm
·         untuk menempelkan karet ban di kulit. Gunakan lem Fox (wadah kaleng), lem kambing atau lainnya yang berguna untuk merekatkan kulit
·         Apabila sudah kendor/ sember cobalah di akalin dengan cara di sentak, yaitu di mana di sela-sela kulit dan kayu di dalamnya masukkan kabel yang kecil kira diameter 2-4 mm, dengan cara di tekan pakai obeng, sendok atau lainnya supaya kabel tersebuut bisa masuk ke sela-sela kulitnya.
Semoga bermanfaat

0 CARA PERAWATAN REBANA & MARAWIS Bag 1




SOLUSI PERAWATAN REBANA DAN MARAWIS AGAR KULIT SLALU KELIHATAN PUTIH ( bag I )

Rebana sebuah alat musik yang mesti mendapat perawatan untuk menjaga dari kerusakan yang lebih cepat. Seperti halnya kita punya sepeda motor atau mobil apabila tidak di rawat dan asal pakai bukannya harus berumur puluhan tahun tapi jadi berumur pendek ..
Di sini akan kami bahas sedikit tentang perawatan rebana dan marawis yang kami ketahui. Dan ini semua sebagai bahan pertimbangan saja buat kita punya alat musik tersebut dan semoga bernfaat.
Bagaimanakah Rebana dan marawis bisa awet  bertahan bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun dan slalu kelihatan baru.
Hal itu sudah menjadi bukti karena kami sendiri menerapkannya pada grup rebana yang sudah kami bina bertahun-tahun alat masih bisa di pakai dengan layak.
Apakah kita pernah berfikir kenapa kulit Rebana atau marawis semakin lama semakin gelap dan berwarna kemerahan..???... padahal dulu saat membelinya berwarna putih bukan..??..
Kita tidak pernah menyadari setiap habis memakai langsung di taruh tanpa di apa-apain lagi, padahal saat di pakai kulit terkena bermacam-macam sesuatu yang menempel. Mungkin tangan yang berkeringat, terkena minyak, berdebu atau lainnya.

SOLUSINYA:

cobalah setiap kita memakai alat tersebut usahakan dan jangan sungkan-sungkan untuk melakukan hal yang sepele, yaitu:
§  Untuk rebana/marawis yang baru beli, setelah di gunakan/pakai teteskan 1 sendok air putih di tengah-tengah kulit rebana kemudian kita lap dengan telapak tangan secara merata sehingga semua permukaan kulit terkena air dan usap lagi dengan kain kering sampai benar-benar mengering.  Hal itu menghasilkan kulit selalu terjaga dari bahan-bahan yang berminyak yang bisa merusak kulit rebana/ gendang dan membuat kulit slalu kelihatan putih walau sudah bertahun tahun di pakai..

§  Untuk rebana/marawis lama, Amplaslah permukaan kulit apabila rebana sudah berumur  tahunan menggunakan amplas kertas yang halus ukuran P 180 atau P 240 yang banyak terjual di toko-toko bangunan.  Amplaslah secara merata dan tidak usah keras-keras biar halus dan sesuatu yang menempel bisa hilang dan kulit menjadi putih.

ingat hal ini tidak berlaku untuk rebana/marawis yang di kulitnya di cat atau sablon…!!!

0 GENDANG REBANA QASIDAH LASQI/ NASYID PERKUSI


ALAT MUSIK PRODUK TERBARU.. biasa orang-orang menyebutkannya dengan nama gendang qasidah LASQI (Lembaga seni Qasidah Indonesia), bisa juga rebana qasidah atau nasyid perkusi, Gendang dan samrah 

1 set terdiri dari bermacam jenis yakni:

  • 3 ketipung/ kotek, alto, selo, rythem, 2 bass dan 2 tamborin
  • 3 ketipung/ kotek, 3 bass dan 2 tamborin
  • 3 ketipung/ kotek, 1 selo, 1 rythem, 2 bass dan 2 tamborin
  • 3 ketipung/ kotek, 2 selo, 3 bass dan 2 tamborin
  • 3 ketipung/ kotek, 2 selo, 4 bass dan 2 tamborin
  • 4 ketipung/ kotek, 4 bass dan 2 tamborin 
  • 2 ketipung/ kotek, 2 alto, 2 selo, 2 rythem, 2 bass dan 2 tamborin
  • 2 tamborin/ markis/ kecrekan
atau specifikasi bisa berubah tergantung selera grup/ pemain atau punya karakter jenis tersendiri,
untuk info lengkap, specifikasi alat dan harga silahkan buka di halaman  QASIDAH/ NASYID
untuk info pemesanan silahkan PEMESANAN




0 DRUM BAND & MARCHING BAND

PRODUK-PRODUK TERBARU DAN ORDER TERBARU



Drum Band adalah alat musik modern yang biasa di gunakan untuk kegiatan extra kurikuler sekolah-sekolah atau yayasan dari (SD,MI) dan (SMP,SMU,DEWASA). Drum Band terdiri beberapa alat dan type, yakni:
  1. Type ultimate series (HTS)
  2. Type contestan series
  3. Type novice series
  4. Type standard series
  5. dan lainnya yang tidak bisa di sebutkan semua di sini
sedangkan alatnya yaitu terdiri dari:
Snare Drum, Tenor Drum, Bass Drum, Trio Tom, Quad Tom, Quin Tom, sexte Tom, Marching Bell, Bellyra, Cymball, Pianika Horn, Trumpet, Bendera Colour Guard, Stick Majorette dll

untuk info lengkap Harganya silahkan buka di laman DRUM BAND

1 HADROH/ HABSY/ SIMTHU DUROR


1 set Hadroh berisi 4 rebana, menggunakan kincring/ kricikan/ krecek kuningan jepara, Ada juga menggunakan kricik/ kricikan/ kencer perunggu, Harga 1 set Mulai dari Rp 700.000.
ukuran diameter hadroh bermacam-macam tergantung permintaan, yaitu 28, 29,30,31,32 cm

Ragam jenis hadroh terdiri dari:
  •  motif warna polos (warna bisa di sesuaikan pemesan),
  •  motif warna natural, 
  • motif  motif ukir jepara, 
body dan paku pinnes di lapisi clear anti karat, kulit super nomor 1. jadi bisa bertahan bertahun-tahun, garansi 1 tahun. ketahanan dan kekuatan bisa di gunakan/ di mainkan 3-4 tahun,, insyaalloh... 
info harga dan specifikasi lengkapnya silahkan KLIK DI SINI


0 MARAWIS


Alat musik Marawis dalam 1 set terdiri dari bermacam-macam alat, ada 14 alat yakni:
  • 8 marawis (diameter 18 cm)
  • 1 hajir ( diameter 30-35 cm)
  • 1 dumbuk pinggang (diameter 8 in)
  • 1 dumbuk batu (diameter 8 in)
  • 1 cymball (10/12/14 in) + stick pukulan
  • 1 tamborin/ markis/ kricikan
  • tiang jagrak statis
  • tas 1 set
motif marawis terdiri dari bermacam-macam yakni:
motif warna polos, motif batik dan ukiran jepara, warna dan lainnya bisa di sesuaikan terserah pembeli, bisa juga pakai logo sablon.

untuk lebih lengkapnya specifikasi, harga dan contoh-contoh produk SILAHKAN KLIK DI SINI

0 REBANA DIBA


Rebana diba/ Terbang/ Genjring adalah Rebana yang sejenis dengan hadroh tapi berbeda di kunci pukulannya, juga berbeda di ukurannya, yaitu berdiameter antara 35-37 cm, sedangkan hadroh sendiri berdiameter mulai dari 28 cm samapai paling besar 32 cm. biasa di pakai untuk mengiringi sholawat dan barjanji atau lainnya. rebana diba 1 set terdiri bermacam-macam jenis dan jumlahnya. umumnya 1 set terdiri 4 buah rebana, ada juga 5-8 set tergantung kebutuhan pemakai/ grup. Rebana Diba juga biasa di kolaborasikan dengan Bas Jawa/ Rakitan penjalin, bisa Juga deng Bass Drum Band.

harga dan Specifikasi Rebana Diba;

JENIS
UKURAN
BAHAN KAYU
JUMLAH
HARGA
( Rp )

EXLUSIVE


35-37 CM

mangga

-

4 buah

1.300.000

SUPER
EXLUSIVE

35-37 cm

Sono keling

-

4 buah

1.600.000

UKIR JEPARA

35-37 cm

Sono Keling

Mangga


4 buah
1.850.000

1.550.000

untuk pemesanan dan info lebih lanjut silahkan Klik Di sini



0 SEJARAH REBANA


SEJARAH REBANA Rebana merupakan alat musik tradisi islami, di buat dari bahan kayu pilihan berbentuk bundar, pipih dan berlobang di tengahnya. di satu sisi sebelahnya di pasang kulit yang telah di samak. kalau di pukul pake telapak tangan maka akan mengeluarkan bunyi nada suara.


Rebana biasa di mainkan untuk mengiringi kitab barzanji, simthu duror, Ad'dibai, maulid dan sholawat Nabi SAW.

Tapi pengembangannya sekarang sudah meluas dan modern. Ada yang untuk mengiringi tari-tarian, instrument musik, sampai ada yang sekedar di jadikan barang cinderamata.

Rebana di Bumiayu berdiri sekitar tahun 1954-an, berawal dari angan-angan dan kejelian bapak MADALI yang mempunyai keterampilan dalam menciptakan dan mengolah bahan kayu menjadi sebuah rebana. rebana yang di hasilkannya juga hanya terdapat satu macam yaitu berukuran 37-40 cm.

Kegiatan itu di lakukan selama puluhan tahun untuk mengisi waktu kesibukan di sela-sela waktu luang beliau bertani. Dan di kerjakan bersama seorang bapak bernama TOIP ( ayahanda ) yang sama-sama seoarang petani.

Tahun demi tahun puncaknya tahun 1999 Rebana di Bumiayu mengalami perkembangan yang pesat dan meluas, banyak kemajuan dalam membuat ragam jenis rebana hingga sekarang. Ada rebana qasidah / LASQI, Rebana Hadroh / simthu duror, Rebana Diba, Rebana MAPSI ( mata pelajaran seni islam ), rebana marawis, Hajir Marawis, Rebana Jawa/ Bass demak, dan Bedug Masjid/ musholla

dari ragam jenis alat musik modern terdiri dari dari Drum set, Drum Band, Marching Band, aneka kendang, Tamrien / tamborien, dan instrument musik modern lainnya

Di riwayatkan oleh ayahanda tercinta tuk masyarakat kaliwadas khususnya yang belum semuanya tahu, umumnya untuk masyarakat indonesia pecinta penikmat musik tradisi islami

SEJARAH REBANA DI PASAR IKAN JAKARTA

Seperti yang tercatat dalam SEJARAH REBANA DI BUMIAYU, berawal dari Bapak MADALI(alm) dan Bapak TOIP. Tahun 1954-an Rebana pada waktu itu di kaliwadas Bumiayu masih belum punya pasaran. di jual dengan cara di jajakan dan di kelilingkan dari kampung ke kampung juga dari rumah ke rumah. dan masih sekitar daerah Jawa Tengah dengan cara di panggul seperti pedagang kaki lima.

lambat dan penuh kesabaran buat bapak MADALI dan Bapak TOIP untuk menjajakan rebana. pada saat itu harga 1 set Rebana isi 4 cuma Rp 160, jadi per biji di hargai Rp 40 dengan ukuran Diameter 37-40 cm.

Lamanya waktu berlalu di Daerah pasar ikan Jakarta Utara, rame hiruk pikuk pedagang-pedagang ikan sampai cinderamata dan lainnya. salah satunya Haji Sulaiman saudagar dari Tasikmalaya penjual cinderamata, Beliau mendengar di daerah Bumiayu ada pengrajin rebana lalu beliau mampir ke Ayahanda Bapak TOIP untuk menawarkan rebananya di pasarkan di pasar ikan. yang sekarang bernama TOKO SETIA dan merupakan peran utama dalam perkembangan rebana di pasar ikan.

Hati gembira di terimalah tawaran tersebut. Dan dari situ kemajuan mulai terlihat untuk pasaran Rebana. sampai akhirnya biasanya Bapak TOIP lebih sering ke sawah untuk ngurusin padi jadi lebih banyak waktunya untuk buat Rebana di rumah.

Sampai akhirnya berkembanglah rebana di pasar ikan. sampai pedagang-pedagang sebelahnya juga ikut melirik bisnis rebana tersebut.
Karena pesenan Rebana membludak tidak terkira dan Bapak TOIP kewalahan melayani permintaan, akhirnya satu keluarga ikut membuat rebana untuk stok rebana yang selalu kurang dan kehabisan.

berawal dari Bapak SYAMSURI L TOIP, KHAMBALI TOIP, ABDUL ROSYID TOIP, SOLICHIN TOIP, SOLIKHUN TOIP dan AKHMAD JAWAHIR TOIP.

Dari awalnya satu keluarga untuk memenuhi permintaan yang cepat, tapi tetap aja stok selalu kurang dan habis, Beliau Haji Sulaeman minta pada pada Bapak TOIP untuk ikut andil supaya masyarakat kaliwadas Bumiayu sama-sama membuat Rebana.

Puncak kejayan rebana ramai penikmatnya di Pasar ikan dan Kaliwadas Bumiayu sekitar tahun 1999-an yaitu pada Era Presiden GUS DUR.
Dan sampai sekarang perjalanan panjang itu terus berlanjut.

Pesan yang paling sering penulis dengar adalah Almarhum Haji Sulaeman berkata pada Ayahanda adalah
"...Nanti kalau Pak TOIP tidak lagi membuat rebana, Anak-anak Pak TOIP nanti yang meneruskan..."
"...begitu juga nanti anak-anak saya yang meneruskan..,"
Semoga jaya terus rebana di pasar ikan, Bumiayu dan Indonesia. dan pecinta penikmat alat musik tradisi islami maju terus untuk perkembangan seni Islam.
Amin...Amin...

Di riwayatkan oleh ayahanda tercinta tuk masyarakat kaliwadas khususnya yang belum semuanya tahu, umumnya untuk masyarakat indonesia pecinta penikmat musik tradisi islami

 

SENTRA REBANA DAN DRUM BAND Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates